Selasa, 03 Januari 2012

Pengertian Media Pembelajaran

Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara hafal berarti
tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa arab, media adalah perantara
atau pengantar dari pengirim kepada penerima pesan . Geanlach dan Ely
(1971) menyatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah
manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa
mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap. Dalam
pengetahuan ini, guru, buku teks dan lingkungan sekolah merupakan media.
Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses beljar mengajar
cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk
menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual dan verbal.
Batasa lain telah pula dikemukakan oleh para ahli yang sebagian
diantaranya akan diberikan berkat ini, AECT (Association Of Education and
Communication Technology, 1977) memberikan batasa tentang media
sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan
pesan atau informasi. Disamping sebagai sistem penyampai atau pengantar,
media yang sering diganti dengan kata mediator menurut Fleming (1987:
234) adalah penyebab atau alat yang turut campur tangan dalam dua pihak
dan mendamaikannya. Dengan istilah mediator media menunjukkan fungsi
atau perannya, yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama
dalam proses belajar siswa dan isi pelajaran.
Di samping itu, mediator dapat pula mencerminkan pengertian bahwa
setiap sistem pengajaran yang melakukan peran mediasi mulai dari guru
sampai kepada peralatan paling canggih dapat disebut media. Ringkasnya
media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan
pengajaran. Heimich dan kawan-kawan (1982) mengemukakan istilah
medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan
penerima. Jadi televisi, film, foto, radio, rekaman audio, gambar yang
diproyeksikan, bahan-bahan cetakan dan sejenisnya adalah media
komunikasi.
xvii
Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang
bertujuan intruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka
media itu disebut media pengajaran. Sejalan dengan batasan ini, Hamidjojo
dalam Latuheru (1993) memberi batasan media sebagai semua bentuk
perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar
ide, gagasan atau pendapat sehingga ide. Gagasan atau pendapat yang
dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju.
Apabila kata media pendidikan digunakan secara bergantian dengan
istilah alat bantu atau media komunkasi seperti yang dikemukakan oleh
Hamalik (1986) di mana ia melihat bahwa hubungan komunikasi akan
berjalan lancer dengan hasil yang maksimal apabila menggunakan alat bantu
yang disebut media komunikasi. Sementara Gagne dan Briggs (1975) secara
implisit menyatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara
fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri dari,
antara lain buku, tape-recorder, kaset, video camera, film, slide (gambar
bingkai), foto, gambar, grafik, televisi dan komputer. Dengan kata lain media
adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi
instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk
belajar.
Di lain pihak National Education Association memberikan definisi
media sebagai bentuk-beentuk komunikasi baik terletak maupun audio-visual
dan peralatannya. Dengan demikian media dapat dimanipulasi, dilihat,
didengar atau dibaca. Istilah “media” bahkan sering dikaitkan atau
dipergantikan dengan kata “teknologi” yang berasal dari kata latin tekne
(bahasa inggris; art) dan logos (bahasa Indonesia; ilmu).
Menurut Websten (1983:105) “art” adalah ketrampilan (skill) yang
diperoleh lewat pengalaman, study dan observasi. Bila dihubungkan dengan
pendidikan dan pengajaran, maka teknologi mempunyai pengertian sebagai:
perluasan konsep tentang media, dimana teknologi bukan sekedar benda, alat,
bahan, atau perkakas, tetapi tersimpul pula sikap, perbuatan organisasi dan
manajemen yang berhubungan dengan penerapan ilmu, Azhar Arsyad (2002:
3-5)
xviii
Pengertian lain disebutkan bahwa pengertian media adalah sebuah alat
yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan (Bovee, 1997). Media
pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi dan digunakan untuk pesan
pembelajaran. Pembelajaran adalah proses komunikasi antara pembelajar,
pengajar dan bahan ajar. Dapat dikatan bahwa bentuk komunikasi tidak akan
berjalan tanpa bantuan sarana untuk menyampaikan pesan. Bentuk-bentuk
stimulus dapat dipergunakan sebagai media, diantaranya adalah hubungan
atau interaksi manusia, realitas, gambar bergerak atau tidak, tulisan dan suara
yang direkam. Media dengan kelima bentuk stimulus ini, akan membantu
pembelajar mempelajari bahan pelajaran atau dapat didimpulkan disimpulkan
bahwa bentuk-bentuk stimulus yang dipergunakan sebagai media
pembelajaran adalah suara, lihat dan gerakan.

Y. Miarso mengatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemajuan
pembelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri
pembelajar. Maka secara umum media adalah “alat bantu” yang dapa
digunakan dalam proses pembelajaran.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran
adalah sarana pendidikan yang dapat digunakan sebagai perantara dalam
proses pembelajaran untuk mempertinggi efektifitas dan efisiensi dalam
mencapai tujuan pengajaran. Dalam pengertian lebih luas media pembelajran
adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih
mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara pengajar dan pembelajar
dalam proses pembelajaran di kelas. Pengertian media secara lebih luas dapat
diartikan manusia, benda atau peristiwa yang membuat kondisi siswa
memungkinkan memperoleh pengetahuan, ketrampilan atau sikap
(Basyiruddin Usman, 2002: 127).

Fungsi Media Pembelajaran

Fungsi Media Pembelajaran

Ada enam fungsi pokok media pembelajaran dalam proses belajar
mengajar menurut Nana Sudjana (1998: 99-100).
a. Sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang
efektif.
b. Media pengajaran merupakan bagian yang integral dari keseluruhan
situasi mengajar. Ini merupakan salah satu unsur yang harus
dikembangkan oleh seorang guru.
c. Dalam pemakaian media pengajaran harus melihat tujuan dan bahan
pelajaran.
d. Media pengajaran bukan sebagai alat hiburan, akan tetapi alat ini
dijadikan untuk melengkapi proses belajar mengajar supaya lebih menarik
perhatian peserta didik.
e. Di utamakan untuk mempercepat proses belajar mengajar serta dapat
membantu siswa dalam menangkap pengertian yang disamapaikan oleh
guru.
f. Penggunaan alat ini diutamakan untuk meningkatkan mutu belajar
mengajar.
xxi
Menurut Kemp dan Dayton (1985: 28) dalam Azhar Arsyad (1996:
20-21), ada tiga fungsi utama media pembelajaran adalah untuk:
a. Memotivasi minat atau tindakan
Untuk memenuhi fungsi motivasi, media pengajaran dapat direalisasikan
dengan teknik drama atau hiburan. Hasil yang diharapkan adalah
melahirkan minat dan merangsang para siswa.
b. Menyajikan informasi
Isi dan bentuk penyajian ini bersifat amat umum, berfungsi sebagai
pengantar, ringkasan atau pengetahuan latar belakang. Penyajian dapat
pula bebrbentuk hiburan, drama, atau teknik motivasi. Ketika mendengar
atau menonton bahan informasi, para siswa bersifat pasif. Partisipasi yang
diharapkan dari siswa hanya terbatas pada persetujuan atau ketidak
setujuan mereka secara mental atau terbatas pada perasaan tidak kurang
senang, netral atau senang.
c. Memberi intruksi
Media berfungsi untuk tujuan intruksi di mana informasi yang terdapat
dalam media itu harus melibatkan siswa baik dalam benak atau mental
maupun dalam bentuk aktivitas yang nyata sehingga pembelajaran dapat
terjadi.

Tujuan Media Pembelajaran

Tujuan Media Pembelajaran

Dalam bukunya Hujair Sanaky (2009: 4) menyebutkan bahwa tujuan
media pembelajaran adalah sebagai berikut:
a. Mempermudah proses pembelajaran di kelas
b. Meningkatkan efisiensi proses pembelajaran
c. Menjaga relevansi antara materi pelajaran dengan tujuan belajar, dan
d. Membantu konsentrasi pembelajar dalam proses pembelajaran.

Nilai Praktis Media Pembelajaran Menurut Oemar Hamalik

Menurut Oemar Hamalik (1989: 17-18) terdapat
sejumlah nilai praktis dari media pembelajaran sebagai berikut:
a) Media melampaui batas pengalaman pribadi siswa. Biasanya
kesempatan untuk memperoleh pengalaman dibatasi oleh faktor
perorangan, dengan menggunakan media akan memudahkan guru
dalam mengatasi jurang perbedaan dari pengalaman yang dimiliki
siswa.
b) Media melampaui batas-batas ruangan kelas. Banyak hal yang tak
mungkin dialami dalam kelas disebabkan berbagai faktor.
c) Media memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara siswa
dan lingkungannya. Dengan menggunakan media, siswa dibawa ke
kontak langsung dengan gejala kehidupan yang sesungguhny, misal
menggunakan rekaman, eksperimen, karya wisata dan sebagainya.
d) Media memberikan uniformitas atau kesamaan dalam pengamatan.
Pengangamatan siswa terhadap sesuatu biasanya berbeda-beda,
xxix
melalui media akan membantu guru dalam memberikan persepsi
yang sama kepada siswa terhadap suatu benda atau peristiwa
tertentu.
e) Media akan memberikan pengertian atau konsep yang sebenarnya
secara realistis dan teliti.
f) Media membangkitkan keinginan dan minat-minat yang baru.
Melalui media siswa akan memperoleh pengalaman yang lebih luas
dan lebib kaya, sehingga persepsinya akan semakin tajam dan
pengertiannya menjadi lebih tepat.
g) Media membangkitkan motivasi dan perangsang keingingan
belajar. Media akan memberikan pengaruh pengaruh psikologis
terhadap siswa. Periode orientasi pengajaran akan berlangsung
lebih efektif apabila guru menggunakan media pembelajaran.
h) Media akan memberikan pengalaman yang menyeluruh,
pengalaman-pengalaman yang kongkrit lama kelamaan akan
terinteraksi menjadi pengertian atau kesimpulan abstrak. Dari
uraian tersebut bahwa media memiliki manfaat yang sangat besar
terhadap para siswa.

Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

1. Pengertian Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Basyirudin Usman (2020: 117) mengartikan Media Pembelajaran
Pendidikan Agama Islam adalah semua aktivitas yang ada hubungannya
dengan materi pendidikan agama, baik yang berupa alat dapat diragakan
maupun tehnik atau metode yang secara efektif dapat digunakan oleh guru
agama dalam rangka mencapai tujuan tertentu dan tidak bertentangan agama
islam. Dengan memperhatikan pengertian Media Pembelajaran Pendidikan
Agama Islam diatas, dapat ditarik kesimpulan antara lain:
a. Penggunaan Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam tidak
bertentangan dengan kaidah-kaidah agama serta tindakan atau perbuatan
Rasulullah SAW.
b. Pemilihan media pembelajaran disesuakan dengan tujuan pembelajaran
pendidikan agama islam itu sendiri, materi pembelajaran yang akan
disampaikan, ketersediaan alat, minat dan kemampuan siswa dan situasi
pembelajaran yang akan berlangsung.
2. Makna Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Yang dimaksud dengan makna Media Pembelajaran Pendidikan
Agama Islam disini adalah media pembelajaran yang digunakan itu
mempunyai arti tersendiri bagi guru pendidikan agama islam yang
memakianya, sehingga ia dapat membantu peserta didiknya memproses
pesan-pesan pendidikan yang disampaikannya. Beberapa makna media Media
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam diantaranya adalah:
a. Memperjelas pokok bahasan yang disampaikan. Penggunaan media
pembelajaran dapat mengefektifkan dan memfungsionalkan penggunaan
alat indera peserta didiknya sebanyak mungkin sesuai dengan sifat materi
dan pokok bahasan yang disampaikan. Dengan menggunakan media
xlvii
pembelajaran yang tepat guna, uraian dan contoh-contoh yang pernah
dikemukakan guru semakin bertambah jelas.
b. Membantu meringankan peranan guru PAI. Guru PAI yang mampu
memilih media pembelajaran yang sesuai dengan materi memprogamkan
pemakaiannya, maka peranannya dapat diserahkan sebagian kepada
media pembelajaran yang bersangkutan sehingga secara tidak langsung
membantu merangsang peserta didiknya terlibat dalam proses belajar
mengajar.
c. Mendorong peserta didik aktif belajar. Selama menggunakan media
pembelajaran, secara tidak langsung guru PAI telah memotivasi seluruh
kelas untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar mengajar. Bahakan
tak jarang peserta didik yang ingin sekali lagi mengikut dan mengulangi
penyajiannya, karena keinginannya yang besar untuk memahami dengan
baik.
d. Memberi pengalaman yang nyata kepada peserta didik. Masalah-masalah
agama seperti kekuasaan Allah SWT dapat ditampilkan dalam bentuk
media pembelajaranagama islam, misalnya guru memutar film mengenai
gerhana matahari dan bulan dari awal gerhana, sampai akhir dan kembali
terang benderang. Pengalaman nyata yang direkam ini disajikan kepada
peserta didik sehingga pesan-pesan agama dapat dihayati oleh peserta
didik dengan sepenuh hati dan meyakinkan.
e. Memberikan perangsang, pengalaman dan pengamatan yang sama kepada
seluruh peserta didik dalam waktu yang sama. Dengan menggunakan
media pembelajaran yang tepat, akan dapat memberikan perangsang yang
sama kualitasnya kepada peserta didik sehingga pesan-pesan dan materi
pembelajaran yang disampaikan guru akan dihayati secara kebersamaan
dalam waktu yang sama seluruh kelas kecuali ada di antara peserta didik
yang kurang baik alat panca indranya.
xlviii

Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran

Media merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan
kegiatan belajar mengajar. Karena beraneka ragamnya media, maka
ada beberapa kriteria yang patut diperhatikan dalam memilih media
yaitu :
a. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Media dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang telah
ditetapkan yang secara umum mengacu kepada salah satu atau
gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif afektif dan psikomotor.
b. Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep,
prinsip, atau generalisasi.
c. Praktis, luwes dan bertahan.
Jika tidak tersedia, waktu, dana atau sumber dana lainnya, untuk
memproduksi, tidak perlu dipaksakan. Media yang mahal dan
memakan waktu yang lama untuk memproduksinya bukanlah
jaminan sebagai media yang terbaik. Kriteria ini menuntun para
guru atau instruktur untuk memilih media yang ada, mudah
diperoleh atau mudah dibuat sendiri oleh guru.
d. Guru terampil menggunakannya .
Ini merupakan salah satu kriteria. Apapun media itu, guru harus
mampu menggunakannya dalam proses pembelajaran. Nilai dan
manfaat amat ditentukan oleh guru yang menggunakannya.
e. Pengelompokan sasaran.
Media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama
efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan,
ada media yang tepat untuk jenis kelompok besar, kelompok
sedang maupun kecil atau perorangan. Ada media yang tepat
xxxi
untuk jenis kelompok besar, kelompok sedang maupun kelompok
kecil atau perorangan.
f. Mutu teknis
Pengembangan visual baik gambar atau fotograf harus memenuhi
persyaratan tehnis tertentu, misalnya visual pada slite harus jelas
dan informasi atau pesan yang ditonjolkan dan ingin disampaikan
tidak boleh terganggu oleh elemen lain yang berupa latar
belakang. AzharArsyad (2002: 72-74).

Manfaat Media Pembelajaran

Manfaat media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses
pembelajaran adalah sebagai berikut:
a. Pengajaran lebih menarik perhatian pembelajar sehingga dapat
menumbuhkan motivasi belajar.
b. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih
dipahami pembelajar, serta memungkinkan pembelajar menguasai tujuan
pengajaran dengan baik.
c. Metode pembelajaran bervariasi, tidak semata-mata hanya komunikasi
verbal melalui penuturan kata-kata lesan pengajar, pembelajar tidak bosan
dan pengajar tidak kehabisan tenaga.
xxiii
d. Pembelajar lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya
mendengarkan penjelasan dari pengajar saja, tetapi juga aktivitas lain
yang dilakukan seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan
lain-lain.