A.PENGERTIAN SKETSA
Sketsa adalah gambar sederhana atau draf kasar
yang melukiskan bagian-bagian pokok tanpa detail. Dalam menggunakan
sketsa, pengajar dapat menuangkan ide-ide ke dalam bentuk gambar
sederhana atau draf kasar, yang dapat digunakan dalam proses
pembelajaran.1
B.MANFAAT SKETSA
1)Menarik perhatian pembelajaran
2)Menghindari banyak verbalisme
3)Memperjelas sajian pesan kepada pembelajar
4)Harganya cukup murah
5)Media ini dapat dibuat langsung oleh pengajar pada saat menerangkan di depan kelas.2
C.PENGGUNAAN SKETSA DALAM PEMBELAJARAN
Dalam
aktivitas pembelajaran, pengajar dapat menjelaskan sesuatu secara lisan
atau verbal. Apabila pengajar ingin penjelasannya lebih jelas dan dapat
menarik perhatian pembelajar, sebaiknya pengajar menunjukkan
benda-benda sebenarnya. Tetapi apabila pengajar tidak dapat menunjukkan
benda-benda sebenarnya, dapat menunjukkan gambar atau foto dari
benda-benda sebenarnya, tetapi langkah ini memerlukan waktu dan biaya
yang lebih banyak, maka pilihan menggunakan sketsa, adalah merupakan
alternative yang menguntungkan dalam proses pembelajaran, sebab selain
dapat dibuat pengajar sendiri secara langsung dan cepat. Pengajar juga
sambil membuat dan kemudian menjelaskan pelajaran.3
D.LANGKAH-LANGKAH MENGGAMBAR SKETSA
Gambar
skesta merupakan gambar ide awal untuk mengekspresikan gagasan tertentu
ke dalam gambar disain. Merangkum aspek-aspek disain gambar awal yang
memerlukan olahan lebih lanjut. Gambar sketsa merupakan sarana
komunikasi awal untuk perancang (yang menggambar) maupun orang lain.
Menggambar
sketsa pada dasarnya adalah menarik garis dengan tangan bebas, tanpa
dibantu mistar atau penggaris. Dengan demikian kualitas garis harus
diperhatikan sesuai dengan karakter dan jenis gambar yang akan
disajikan. Kualitas garis yang dibuat oleh pinsil akan ditentukan oleh
tingkat kehitaman (ketebalan) garis dan lebar garis. Pada gambar
sketsa, semua garis harus dimulai dan diakhiri dengan tegas dan harus
mempunyai kaitan yang logis dengan garis lainnya dari awal sampai
akhir. Bila dua garis membentuk sudut atau perpotongan, kedua ujungnya
harus bertemu, tidak boleh kurang atau lebih.
Langkah-langkah untuk membuat garis lurus vertical maupun horizontal dalam gambar sketsa, sebagai berikut.
Tandai titik awal dan titik akhir.
Buat
beberapa gerakan percobaan antara kedua titik tersebut untuk
menyesuaikan mata dan tangan dengan garis yang akan dibuat. Buat sketsa
garis yang sangat tipis. Mulai dari titik awal sampai titik akhir.
Tujukan mata ke titik akhir. Buat garis sketsa jadi dengan
menghitamkan garis percobaan yang tipis tadi. Pada saat ini mata
ditujukan pada ujung pensil digaris percobaan. Apabila ingin membuat
garis lengkung yang bertemu dengan garis lurus, mulai dari ujung garis
lengkung tadi, untuk menghindari titik pertemuan yang tidak tepat.
Dalam membuat gambar sketsa kamu perlu mengikuti urutan-urutan berikut ini.
Membuat
kerangka gambar yang terdiri dari garis-garis vertical, horizontal
maupun lengkung secara tipis-tipis. Menggambar garis sekundernya,
misalnya melukis kerangka kotak / kubus dalam keadaan tipis. Menebalkan
garis-garis sketsa yang sudah benar. Ketebalan sesuai dengan karakter
jenis garis yang diinginkan. Dalam menggambar sketsa teknik kamu akan
belajar menggambar dengan arah pandang isometris. Biasanya gambar
dengan pandangan secara isometris dilihat pada posisi miring sehingga
arah pandangan yang kelihatan bisa terlihat dari beberapa bidang yaitu
bidang atas, bidang depan, dan bidang samping atau biasa disebut
pandangan depan, pandangan atas, dan pandangan samping.
Prinsip dasar menggambar sketsa proyeksi isometris (proyeksi miring) adalah sebagai berikut.
Semua garis vertikal tetap kelihatan vertikal. Semua garis horizontal tetap kelihatan horizontal.
Semua
garis yang sejajar sumbu X, Y, Z dapat digambarkan berdasarkan skala
atau proporsi tertentu. Dalam proyeksi isometric ketiga permukaan yang
tampak mendapat perhatian yang sama. Pada proyeksi miring tampak sebuah
bidang vertikal tetap sejajar dengan permukaan bidang gambar dan
terlihat seperti keadaan sebenarnya.
Di bawah ini contoh arah
pandangan isometris (proyeksi miring) yang terlihat beberapa sudut
pandangannya. Untuk dapat menggambar sebuah benda dengan proyeksi
miring (isometris) ada beberapa ketentuan. Sebuah garis vertikal akan
tetap vertikal.
Semua garis yang miring ke bawah membentuk sudut 30 derajat terhadap horizontal atau cakrawala.
Semua garis digambar sesuai dengan ukuran sebenarnya atau pada skala yang sama.
Sisi
yang tidak tampak digambar dengan garis putus-putus, sedangkan sisi
yang nampak digambar dengan garis yang utuh. Ketebalan garis utuh
digambar dua kali ketebalan garis putus-putus. Sisi yang tidak tampak
dapat juga digambar dengan garis tipis dengan ketebalan kira-kira
seperempat garis.4
E.KELEMAHAN GAMBAR SKETSA:
Hanya menekankan persepsi indera mata
Jika bendanya / gerakannya kompleks kurang efektif untuk pembelajaran
Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.
F.KELEBIHANNYA:
Sifatnya kongkrit
Dapat mengatasi ruang dan waktu
Dapat mengatasi pengamatan mata
Dapat menjelaskan masalah
Murah dan mudah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar